Rabu, 09 Maret 2011
Jumat, 04 Maret 2011
Senin, 28 Februari 2011
wahyudi vivanews
inilah semua berita berita kami di viva news silahkan klik link tersebut untuk melihat berita kami yg lebih banyak lagi
Okto Anggap Turkmenistan Tak Istimewa
VIVAnews - Turkmenistan
sukses menggebuk tim nasional
Indonesia Pra-Olimpiade 3-1.
Namun, Oktovianus Maniani
menilai The Green Man tampil tak
lebih bagus dari Garuda Muda.
Sempat unggul melalui Titus
Bonay di awal pertandingan,
timnas Indonesia harus
mengakui kekuatan
Turkmenistan. Tim besutan
Kachumov Amanklych itu
membalasnya dengan tiga gol.
Pada pertandingan yang
berlangsung di Gelora Sriwijaya,
Jakabaring, Palembang, Rabu 23
Februari 2011 tersebut, timnas
Indonesia terlihat mengalami
kesulitan meladeni permainan
fisik Turkmenistan. Negara Asia
Tengah itu memang unggul
postur tubuh.
Meski tumbang cukup telak,
namun Okto menilai permainan
Turkmenistan tidak terlalu
istimewa. Gelandang mungil nan
lincah ini mengaku Turkmenistan
lebih beruntung di laga kemarin
malam.
"Kami kelelahan, tapi mereka
juga tidak lebih bagus daripada
kita. Mereka hanya lebih
beruntung. Mereka mengolah
bola dengan baik," papar Okto
saat ditemui VIVAnews di
Bandara Sultan Mahmud
Badaruddin II, Palembang,
sebelum terbang ke Jakarta,
Kamis 24 Februari 2011.
Okto sadar peluang untuk lolos
ke babak selanjutnya sangat
berat. Pasalnya, Indonesia harus
menang dengan minimal tiga gol
di leg 2 di Ashgabat, 9 Maret
2011. Namun, Okto berjanji
rekan setimnya akan
memberikan yang terbaik.
"Di leg 2, faktor tuan rumah
pasti akan menguntungkan
mereka. Tapi, kita akan berusaha
main lepas. Kalah menang itu
biasa, tapi kita harus
memberikan yang terbaik," tutur
winger Sriwijaya FC tersebut.
sukses menggebuk tim nasional
Indonesia Pra-Olimpiade 3-1.
Namun, Oktovianus Maniani
menilai The Green Man tampil tak
lebih bagus dari Garuda Muda.
Sempat unggul melalui Titus
Bonay di awal pertandingan,
timnas Indonesia harus
mengakui kekuatan
Turkmenistan. Tim besutan
Kachumov Amanklych itu
membalasnya dengan tiga gol.
Pada pertandingan yang
berlangsung di Gelora Sriwijaya,
Jakabaring, Palembang, Rabu 23
Februari 2011 tersebut, timnas
Indonesia terlihat mengalami
kesulitan meladeni permainan
fisik Turkmenistan. Negara Asia
Tengah itu memang unggul
postur tubuh.
Meski tumbang cukup telak,
namun Okto menilai permainan
Turkmenistan tidak terlalu
istimewa. Gelandang mungil nan
lincah ini mengaku Turkmenistan
lebih beruntung di laga kemarin
malam.
"Kami kelelahan, tapi mereka
juga tidak lebih bagus daripada
kita. Mereka hanya lebih
beruntung. Mereka mengolah
bola dengan baik," papar Okto
saat ditemui VIVAnews di
Bandara Sultan Mahmud
Badaruddin II, Palembang,
sebelum terbang ke Jakarta,
Kamis 24 Februari 2011.
Okto sadar peluang untuk lolos
ke babak selanjutnya sangat
berat. Pasalnya, Indonesia harus
menang dengan minimal tiga gol
di leg 2 di Ashgabat, 9 Maret
2011. Namun, Okto berjanji
rekan setimnya akan
memberikan yang terbaik.
"Di leg 2, faktor tuan rumah
pasti akan menguntungkan
mereka. Tapi, kita akan berusaha
main lepas. Kalah menang itu
biasa, tapi kita harus
memberikan yang terbaik," tutur
winger Sriwijaya FC tersebut.
VIDEO: Dan Riedl pun Menangis
VIVAnews - Pelatih tim nasional
Alfred Riedl dikenal dengan
sikapnya yang keras, tegas, dan
menerapkan disiplin tinggi. Dia
tak segan mencoret Boaz Salossa
dan menegur keras Okto
Maniani, dua pemain yang
disanjung banyak pecinta sepak
bola di negeri ini.
Tapi sekeras apapun perangai
Riedl dia tetap saja bisa
menangis. Dia tidak kuasa
menitikkan air mata saat
bertemu lagi dengan pendonor
ginjalnya di acara 'Satu Jam
Lebih Dekat' yang ditayangkan
di tvOne.
Sudah lebih dari 10 tahun, Riedl
bermasalah dengan ginjalnya
hingga memutuskan untuk
melakukan cangkok ginjal saat
membesut timnas Vietnam pada
2006. Tanpa disangka,
masyarakat Vietnam yang
punya empati kepadanya
bersedia mendonorkan satu
organ tubuh vital tersebut.
Operasi akhirnya bisa dilakukan
pada Maret 2007. Riedl pun bisa
kembali sehat tanpa harus bolak
balik ke rumah sakit untuk
melakukan cuci darah. "Ini emosi.
Anda membawa dia ke sini,"
kata Riedl saat berjumpa dengan
pria pendonor ginjal.
Menurut Riedl, orang yang
bermasalah dengan ginjal yang
tidak mendapat donor harus
melakukan cuci darah tiga kali
selama seminggu. Si penderita
ginjal, kata dia, meski tidak
meninggal tetapi harus
menderita seumur hidup. "Dia
menyelamatkan hidup saya,"
kata Riedl. Berikut VIDEO: Riedl
pun Bisa Menangis.
Alfred Riedl dikenal dengan
sikapnya yang keras, tegas, dan
menerapkan disiplin tinggi. Dia
tak segan mencoret Boaz Salossa
dan menegur keras Okto
Maniani, dua pemain yang
disanjung banyak pecinta sepak
bola di negeri ini.
Tapi sekeras apapun perangai
Riedl dia tetap saja bisa
menangis. Dia tidak kuasa
menitikkan air mata saat
bertemu lagi dengan pendonor
ginjalnya di acara 'Satu Jam
Lebih Dekat' yang ditayangkan
di tvOne.
Sudah lebih dari 10 tahun, Riedl
bermasalah dengan ginjalnya
hingga memutuskan untuk
melakukan cangkok ginjal saat
membesut timnas Vietnam pada
2006. Tanpa disangka,
masyarakat Vietnam yang
punya empati kepadanya
bersedia mendonorkan satu
organ tubuh vital tersebut.
Operasi akhirnya bisa dilakukan
pada Maret 2007. Riedl pun bisa
kembali sehat tanpa harus bolak
balik ke rumah sakit untuk
melakukan cuci darah. "Ini emosi.
Anda membawa dia ke sini,"
kata Riedl saat berjumpa dengan
pria pendonor ginjal.
Menurut Riedl, orang yang
bermasalah dengan ginjal yang
tidak mendapat donor harus
melakukan cuci darah tiga kali
selama seminggu. Si penderita
ginjal, kata dia, meski tidak
meninggal tetapi harus
menderita seumur hidup. "Dia
menyelamatkan hidup saya,"
kata Riedl. Berikut VIDEO: Riedl
pun Bisa Menangis.
Cedera Kembali Hantui Timnas Pra-Olimpiade
VIVAnews - Krisis cedera
kembali menghantui tim
nasional Indonesia Pra-Olimpiade
jelang leg kedua pra-kualifikasi
Olimpiade 2012 melawan
Turkmenistan, 9 Maret 2011.
Oktovianus Maniani dan Hendro
Siswanto menambah daftar
pemain timnas Garuda Muda
yang cedera. Sebelumnya tim
besutan Alfred Riedl ini sudah
kehilangan Dendi Santoso dan
Titus Bonai usai saat leg pertama
melawan Turkmenistan, 23
Februari 2011 lalu.
Titus mengalami cedera lutut,
Dendi memiliki masalah di bagian
engkel kanan, Okto cedera lutut
sedangkan Hendro cedera otot.
Kondisi ini dinilai pelatih Alfred
Riedl sedikit mengganggu
latihannya.
"Kami cukup terkejut karena
empat pemain ini cedera hanya
tiga hari setelah pertandingan.
Hari pertama setelah
pertandingan ada delapan
pemain cedera, sekarang tinggal
empat, dan besok sepertinya
tinggal dua. Sepertinya dua atau
tiga hari mendatang kami bisa
berlatih dengan semua pemain,"
ujar Riedl, Sabtu 26 Februari
2011.
Sementara itu untuk
mengantisipasi perbedaan suhu
di Turkmenistan, asisten pelatih
Wolfgang Pikal menegaskan
Yongki Aribowo dan kawan-
kawan akan berangkat lebih
awal.
"Rencananya memang
berangkat lebih awal, sekitar
hari Jumat atau empat, lima hari
sebelum pertandingan. Tapi
sampai sekarang yang jelas tiket
belum ada," kilah Pikal.
Sebelumnya Deputi Bidang
Teknis Badan Tim Nasional (BTN),
Iman Arif, menegaskan timnas
Indonesia Pra-Olimpiade akan
berangkat sekitar tanggal 4
Maret 2011. Sebelum ke
Turkmenistan, timnas Indonesia
akan melakukan aklimatisasi di
Turki selama dua hari.
Timnas Indonesia harus bekerja
keras jika ingin melangkah ke
babak pertama kualifikasi
Olimpiade 2012 setelah kalah 3-1
dari Turkmenistan di leg
pertama. Setidaknya timnas
Indonesia harus menang dengan
tiga gol. (umi
kembali menghantui tim
nasional Indonesia Pra-Olimpiade
jelang leg kedua pra-kualifikasi
Olimpiade 2012 melawan
Turkmenistan, 9 Maret 2011.
Oktovianus Maniani dan Hendro
Siswanto menambah daftar
pemain timnas Garuda Muda
yang cedera. Sebelumnya tim
besutan Alfred Riedl ini sudah
kehilangan Dendi Santoso dan
Titus Bonai usai saat leg pertama
melawan Turkmenistan, 23
Februari 2011 lalu.
Titus mengalami cedera lutut,
Dendi memiliki masalah di bagian
engkel kanan, Okto cedera lutut
sedangkan Hendro cedera otot.
Kondisi ini dinilai pelatih Alfred
Riedl sedikit mengganggu
latihannya.
"Kami cukup terkejut karena
empat pemain ini cedera hanya
tiga hari setelah pertandingan.
Hari pertama setelah
pertandingan ada delapan
pemain cedera, sekarang tinggal
empat, dan besok sepertinya
tinggal dua. Sepertinya dua atau
tiga hari mendatang kami bisa
berlatih dengan semua pemain,"
ujar Riedl, Sabtu 26 Februari
2011.
Sementara itu untuk
mengantisipasi perbedaan suhu
di Turkmenistan, asisten pelatih
Wolfgang Pikal menegaskan
Yongki Aribowo dan kawan-
kawan akan berangkat lebih
awal.
"Rencananya memang
berangkat lebih awal, sekitar
hari Jumat atau empat, lima hari
sebelum pertandingan. Tapi
sampai sekarang yang jelas tiket
belum ada," kilah Pikal.
Sebelumnya Deputi Bidang
Teknis Badan Tim Nasional (BTN),
Iman Arif, menegaskan timnas
Indonesia Pra-Olimpiade akan
berangkat sekitar tanggal 4
Maret 2011. Sebelum ke
Turkmenistan, timnas Indonesia
akan melakukan aklimatisasi di
Turki selama dua hari.
Timnas Indonesia harus bekerja
keras jika ingin melangkah ke
babak pertama kualifikasi
Olimpiade 2012 setelah kalah 3-1
dari Turkmenistan di leg
pertama. Setidaknya timnas
Indonesia harus menang dengan
tiga gol. (umi
Tinggalkan Timnas, Titus Bonay Dicoret?
VIVAnews - Masa depan Titus
Bonay di Tim Nasional Indonesia
Pra Olimpiade terancam,
menyusul tindakannya
meninggalkan pemusatan
latihan.
"Titus is out. Pagi ini ia tak ikut
latihan. Ia terakhir kali terlihat
pada latihan kemarin sore," kata
pelatih Alfred Riedl seusai
latihan pagi di Senayan, Jakarta,
Selasa 1 Maret 2011.
Titus mencetak gol pembuka
dalam laga leg 1 Pra Olimpiade
antara Indonesia melawan tim
tamu Turkmenistan yang
berkesudahan 1-3 di Gelora
Sriwijaya, Palembang, 23 Maret
2011. Sayangnya, setelah laga
itu Titus mengalami cedera
lutut.
"Kami dan Titus tak ada masalah.
Ia juga tak bilang apa-apa
sebelum pergi," lanjut Riedl.
Rekan-rekan penyerang
Persipura Jayapura ini juga tak
ada yang tahu. Bahkan, juga
Yongki Aribowo, kapten Timnas
Pra Olimpiade.
"Titus tiba-tiba menghilang. Ia
juga tak bilang apa-apa kepada
saya," ujar Yongki.
Tibo, panggilan akrab Titus,
memang terancam tak bisa
memperkuat Indonesia dalam
laga leg 2 di Ashgabat,
Turkmenistan, pada 9 Maret
2011, akibat cedera. Satu pemain
lagi yang hampir pasti absen
adalah Dendi Santoso karena
mengalami cedera engkel kaki
kanan
Bonay di Tim Nasional Indonesia
Pra Olimpiade terancam,
menyusul tindakannya
meninggalkan pemusatan
latihan.
"Titus is out. Pagi ini ia tak ikut
latihan. Ia terakhir kali terlihat
pada latihan kemarin sore," kata
pelatih Alfred Riedl seusai
latihan pagi di Senayan, Jakarta,
Selasa 1 Maret 2011.
Titus mencetak gol pembuka
dalam laga leg 1 Pra Olimpiade
antara Indonesia melawan tim
tamu Turkmenistan yang
berkesudahan 1-3 di Gelora
Sriwijaya, Palembang, 23 Maret
2011. Sayangnya, setelah laga
itu Titus mengalami cedera
lutut.
"Kami dan Titus tak ada masalah.
Ia juga tak bilang apa-apa
sebelum pergi," lanjut Riedl.
Rekan-rekan penyerang
Persipura Jayapura ini juga tak
ada yang tahu. Bahkan, juga
Yongki Aribowo, kapten Timnas
Pra Olimpiade.
"Titus tiba-tiba menghilang. Ia
juga tak bilang apa-apa kepada
saya," ujar Yongki.
Tibo, panggilan akrab Titus,
memang terancam tak bisa
memperkuat Indonesia dalam
laga leg 2 di Ashgabat,
Turkmenistan, pada 9 Maret
2011, akibat cedera. Satu pemain
lagi yang hampir pasti absen
adalah Dendi Santoso karena
mengalami cedera engkel kaki
kanan
Akhirnya, Lilipaly Penuhi Undangan Timnas
VIVAnews - Pemain yang
sangat ditunggu dan diharapkan
oleh timnas Indonesia U-23
tampaknya segera datang.
Pemain keturunan Belanda,
Stefano Lilipaly memenuhi
undangan Badan Tim Nasional
(BTN) PSSI.
Ya, jelang melawan
Turkmenistan di laga Pra
Kualifikasi Olimpiade 2012,
Timnas Indonesia akan
kedatangan dua pemain
keturunan Belanda lagi. Selain
Lilipaly, juga akan hadir Joey Suk.
Lilipaly sudah mendarat di
Jakarta, sedangkan Suk baru
besok. Rencananya, mereka
sudah ikut berlatih bersama
timnas, besok, Rabu 2 Maret
2011.
"Besok, Joey Suk dan Lilipaly
akan ikut berlatih. Saya harus
melihat penampilan mereka,"
kata pelatih Alfred Riedl seusai
memimpin latihan Timnas di
Senayan, Jakarta, Selasa 1 Maret
2011.
Suk merupakan rekan setim
Diego Michiels di klub Belanda,
Go Ahead Eagles. Diego tengah
menunggu proses menjadi
Warga Negara Indonesia (WNI).
Sedangkan Lilipaly yang disebut-
sebut punya kemampuan bagus
memang sudah sejak Desember
2010 diundang ikut seleksi
timnas Indonesia. Namun, atas
alasan masih punya kewajiban
dengan klubnya, dia belum bisa
datang.
"Bulan lalu, saya tak bisa datang
karena ada panggilan dari
pelatih Ton de Chatinier untuk
menjalani pemusatan latihan
bersama tim inti FC Utrecht.
Sayang sekali," kata Fano, sapaan
akrabnya, kepada RNW.
"Saya hanya 12 hari datang ke
Indonesia, dan itu hanya untuk
timnas. Tidak untuk mencari klub
di sana, karena peluang
berkembang di Belanda masih
bagus," lanjutnya.
Namun, kedatangan Lilipaly dan
Joey Suk besok tidak menjadi
jaminan otomatis masuk timnas.
Sebab, alasan utama Riedl
mengajak mereka latihan untuk
melihat kualitas masing-masing.
Jika memang tidak sesuai
keinginannya, mereka akan
dipulangkan. (sj)
sangat ditunggu dan diharapkan
oleh timnas Indonesia U-23
tampaknya segera datang.
Pemain keturunan Belanda,
Stefano Lilipaly memenuhi
undangan Badan Tim Nasional
(BTN) PSSI.
Ya, jelang melawan
Turkmenistan di laga Pra
Kualifikasi Olimpiade 2012,
Timnas Indonesia akan
kedatangan dua pemain
keturunan Belanda lagi. Selain
Lilipaly, juga akan hadir Joey Suk.
Lilipaly sudah mendarat di
Jakarta, sedangkan Suk baru
besok. Rencananya, mereka
sudah ikut berlatih bersama
timnas, besok, Rabu 2 Maret
2011.
"Besok, Joey Suk dan Lilipaly
akan ikut berlatih. Saya harus
melihat penampilan mereka,"
kata pelatih Alfred Riedl seusai
memimpin latihan Timnas di
Senayan, Jakarta, Selasa 1 Maret
2011.
Suk merupakan rekan setim
Diego Michiels di klub Belanda,
Go Ahead Eagles. Diego tengah
menunggu proses menjadi
Warga Negara Indonesia (WNI).
Sedangkan Lilipaly yang disebut-
sebut punya kemampuan bagus
memang sudah sejak Desember
2010 diundang ikut seleksi
timnas Indonesia. Namun, atas
alasan masih punya kewajiban
dengan klubnya, dia belum bisa
datang.
"Bulan lalu, saya tak bisa datang
karena ada panggilan dari
pelatih Ton de Chatinier untuk
menjalani pemusatan latihan
bersama tim inti FC Utrecht.
Sayang sekali," kata Fano, sapaan
akrabnya, kepada RNW.
"Saya hanya 12 hari datang ke
Indonesia, dan itu hanya untuk
timnas. Tidak untuk mencari klub
di sana, karena peluang
berkembang di Belanda masih
bagus," lanjutnya.
Namun, kedatangan Lilipaly dan
Joey Suk besok tidak menjadi
jaminan otomatis masuk timnas.
Sebab, alasan utama Riedl
mengajak mereka latihan untuk
melihat kualitas masing-masing.
Jika memang tidak sesuai
keinginannya, mereka akan
dipulangkan. (sj)
Langganan:
Komentar (Atom)